http://artikesehatan.wordpress.com/epilepsis/
Epilepsis
A. Pengertian Epilepsi
Epilepsy merupakan gangguan susu saraf pusat (SSP) yang dicirikan oleh
terjadinya bangkitan (seizure, fit, attact, spell) yang bersifat
spontan (Unprovoked) dan berkala. Bangkitan dapat diartikan sebagai
modifikasi fungsi otak yang bersifat mendadak dan sepintas, yang
berasal dari sekelompok besar sel-sel otak, dominant dari pada proses
inhibisi. Perubahan-perubahan di dalam eksitasi aferen, disinhibisi,
pergeseran konsentrasi ion ekstraselular, voltage-gated ion-channel
opening dan menguatkan sinkroni neuron sangat penting artinya dalam hal
inisiasi dan perambatan aktivitas bangkitan epileptic. Aktivitas
neuron diatur oleh konsentrasi ion di dalam ruang ekstraselular dan
intraselular, dan oleh gerakan keluar masuk ion-ion menerobos membrane
neuron.
Epilepsy yang sukar untuk mengendalikan secara medis atau
pharmacoresistant, sebab mayoritas pasien dengan epilepsy adalah
bersifat menentang, kebanyakan yang sering terserang terlebih dahulu
yaitu bagian kepala. Obat yang bisa menenangkan antiepileptic yang
standar. Berkaitan dengan biomolekular basis kompleksnya. Sakit kepala
yang menyrang sukar sekali untuk diperlakukan secara pharmakologis,
walaupun obat antiepileptic sudah secara optimal diberikan, sekitar
30-40% tentang penderita epilepsy yang terjangkit, biasanya pasien
melakukan operasi pembedahan untuk menghilangkan rasa sakit sementara.
Akan tetapi gejala epilepsy akan timbul sesekali, karena epilepsy sukar
untuk dihilangkan rasa sakit kepala yang menyerang.
Setiap orang punya resiko satu di dalam 50 untuk mendapat epilepsy.
Penggunaan narkotik dan peminum alcohol punya resiko lebih tinggi.
Pengguna narkotik mungkin mendapat seizure pertama karena menggunakan
narkotik, tapi selanjutnya mungkin akan terus mendapat seizure walaupun
sudah lepas dari narkotik. Di Inggris, satu orang diantara 131 orang
menyindap epilepsy. Jadi setidaknya 456000 penyidap epilepsy di
Inggris.
Epilepsy dapat menyerang anak-anak, orang dewasa, para orang tua bahkan
bayi yang baru lahir, angka kejadian epilepsy pada pria lebih tinggi
dibandingkan pada wanita, yaitu 1-3% penduduk akan menderita epilepsy
seumur hidup. Di Amerika Serikat, satu diantara 100 populasi (1%)
penduduk terserang epilepsy dan kurang lebih 2,5 juta diantraranya
telah menjalani pengobatan pada lima tahun terakhir. Menurut World
Health Organization (WHO sekira 50 juta penduduk di seluruh dunia
mengidap epilepsy (2004 Epilepsy,com).
B. Gejala Epilepsi
· Epilepsi Grand Mal
Epilepsi grand mal ditandai dengan timbulnya lepas muatan listrik yang
berlebihan dari neuron diseluruh area otak-di korteks, dibagian dalam
serebrum dan bahkan di batang otak dan thalamus, kejang grand mal
berlangsung selama 3 atau 4 menit.
· Epilepsy Peti mal
Epilepsy ini biasanya ditandai dnegan timbulnya keadaan tidak sadar
atau penurunan kesadaran selama 3 sampai 30 detik, dimana selama waktu
serangan ini penderita merasakan beberapa kontraksi otot seperti
sentakan (twitch-like), biasanya di daerah kepala, terutama pengedipan
mata.
· Epilepsy Fokal
Epilepsy fokal dapat melibatkan hamper setiap bagian otak, bagi regoi
setempat pada korteks serebri atau struktur-struktur yang lebih dalam
pada serebrum dan batang otak. Epilepsy fokal disebabkan oleh resi
organic setempat atau adanya kelainan fungsional.
System saraf merupakan communication network (jaringan komunikasi).
Otak berkomunikasi dengan organ-organ tubuh yang lain melalui sel-sel
saraf (neuron). Pada kondisi normal, impuls saraf dari otak secara
elektrik akan dibawah neurotransmitter seperti GABA (gamma-aminobutiric
acid) dan glutamate melalui sel-sel saraf 9neuron) ke organ-organ
tubuh yang lain.
Factor mencetus epilepsy :
· Tekanan
· Kurang tidur atau rehat
· Sensitive pada cahaya yang terang (photo sensitive), dan
· Minum minuman keras
· Kejadian paroksismal
Diagnosis banding untuk kejadian yang bersifat paroksismal meliputi
sinkrop, migren, TIA (Transentlschaemic Attack), paralysis periodic,
gangguan gastrointestinal, gangguan gerak dan breath holding spesll.
Diagnosis ini bersifat mendasar
· Epilepsy parsial sederhana
Diagnosis ini meliputi TIA, migren, hiperventilasi, tics, mioklonus dan
spasmus hemifasialis. TIA dapat muncul dengan gejala sensorik yang
dibedakan dengan epilepsy parsial sederhan. Keduanya paroksimal,
bangkitan dapat berupa kehilangan pandangan sejenak dan mengalami
penderita lanjut usia.
· Epilepsy parsial kompleks
Diagnosis banding ini berkaitan dengan tingkat kehilangan kesadaran,
mulai dari drop anttacks sampai dengan pola perilaku yang rumit. Secara
umum diagnosis ini meliputi sinkrop, migren, gangguan tidur, bangkitan
non epileptic, narkolepsi, gangguan metabolic dan transient global
amnesia.
C. Penyebab Epilepsi
Setelah diagnosa ditetapkan maka tindakan terapeutik diselenggarakan.
Semua orang yang menderita epilepsy, baik yang idiopatik maupun yang
non idiopatik, namun proses patologik yang mendasarinya tidak bersifat
progresi aktif seperti tumor serebri, harus mendapat terapi medicinal.
Obat pilihan utama untuk pemberantasan serangan epileptic jenis apapun,
selain petit mal, adalah luminal atau phenytoim. Untuk menentukan
dosis luminal harus diketahuiumur penderita, jenis epilepsinya,
frekuensi serangan dan bila sudah diobati dokter lain. Dosis obat yang
sedang digunakan. Untuk anak-anak dosis luminal ialah 35 mg/kg/BB/hari,
sedangkan orang dewasa tidak memerlukan dosis sebanyak itu. Orang
dewasa memerlukan 60 sampai 120 mg/hari. Dosis phenytoin (Dilatin,
Parke Davis) untuk anak-anak ialah 5 mg.kg/BB/hari dan untuk orang
dewasa 5-15 mg/kg/BB/hari. Efek phenytoin 5 mg.kg/BB/hari (kira-kira
300 mg sehari) baru terlihat dalam lima hari. Maka bila efek langsung
hendak dicapai dosis 15 mg/kg/BB/hari (kira-kira 800 mg/hari) harus
dipergunakan.
Efek anti konvulsan dapat dinilai dari “follow up”. Penderita dnegan <!–more–>
frekuensi serangan umum 3 kali seminggu jauh lebih mudah diobati
dibanding dengan penderita yang mempunyai frekuensi 3 kali setahun. Pada
kunjungan “follow up” dapat dilaporkan hasil yang baik, yang buruk
atau yang tidak dapat dinilai baik atau buruk oleh karena frekuensi
serangan sebelum dan sewaktu menjalani terapi baru masih kira-kira
sama. Bila frekuensinya berkurang secara banding, dosis yang sedang
dipergunakan perlu dinaikkan sedikit. Bila frekuensinya tetap, tetapi
serangan epileptic dinilai oleh orang tua penderita atau penderita
epileptic Jakson motorik/sensorik/’march’ sebagai ‘enteng’ atau’jauh
lebih ringan’, maka dosis yang digunakan dapat dilanjutkan atau
ditambah sedikit. Jika hasilnya buruk, dosis harus dinaikkan atau
ditambah dnegan antikonvulsan lain.
· Pemeriksaan pencitraan otak
MRI bertujuan untuk melihat struktur otak dan melengkapid ata EEG. Yang
bermanfaat untuk membandingkan hipokampus kanan dan kiri. Disamping
itu juga dapat mengidentifikasi kelainan pertumbuhan otak, tumor yang
berukuran kecil, malformasi vascular tertentu dan penyakit
demielinisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar