http://artikesehatan.wordpress.com/asam-urat/
Seseorang
dikatakan mengalami gangguan asam urat (gout) apabila kadar asam urat
dalam darah melebihi batas normal (diatas 7 mg%). Penaykit ini ditandai
dengan pembengkakan di sendi-sendi lutut dan jari-jari yang disertai
rasa nyeri. Hal ini terjadi karena bertumpuknya kristal-kristal asam
rat dari hasil metabolisme bahan pangan yang mengandung purin.
Ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Namun jika kadar asam urat itu berlebihan, ginjal tidak akan sanggup mengaturnya sehingga kelebihan itu akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Otomatis, ginjal juga akan mengalami gangguan. Kandungan asam urat yang tinggi menyebakan nyeri dan sakit dipersedian yang amat sangat, jika sudah sangat parah, penderita bisa tidak bisa jalan.
Asam Urat
Seseorang
dikatakan mengalami gangguan asam urat (gout) apabila kadar asam urat
dalam darah melebihi batas normal (diatas 7 mg%). Penaykit ini ditandai
dengan pembengkakan di sendi-sendi lutut dan jari-jari yang disertai
rasa nyeri. Hal ini terjadi karena bertumpuknya kristal-kristal asam
rat dari hasil metabolisme bahan pangan yang mengandung purin.Ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadar asam urat dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Namun jika kadar asam urat itu berlebihan, ginjal tidak akan sanggup mengaturnya sehingga kelebihan itu akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Otomatis, ginjal juga akan mengalami gangguan. Kandungan asam urat yang tinggi menyebakan nyeri dan sakit dipersedian yang amat sangat, jika sudah sangat parah, penderita bisa tidak bisa jalan.
Kadar asam urat sangat berhubungan erat dengan makanan yang
dikonsumsi. Oleh karena itu, pengaturan pola makan sangat diperlukan.
Hindari konsumsi bahan pangan yang mengandung kadar purin tinggi, seperti:
1. Membatasi asupan purin atau rendah purin
Pada diet normal, asupan purin biasanya mencapai 600-1.000 mg per hari.
Namun, penderita asam urat harus membatasinya menjadi 120-150 mg per
hari. Purin merupakan salah satu bagian dari protein. Membatasi asupan
purin berarti juga mengurangi konsumsi makanan yang berprotein tinggi.
Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita asam urat sekitar 50-70
gram bahan mentah per hari atau 0,8-1 gram/kg
berat badan/hari.
2. Asupan energi sesuai dengan kebutuhan
Jumlah asupan energi harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi badan dan berat badan.
3. Mengonsumsi lebih banyak karbohidrat
Jenis karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita asam urat
adalah karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti, dan ubi.
Karbohidrat kompleks ini sebaiknya dikonsumsi tidak kurang dari 100
gram per hari, yaitu sekitar 65-75% dari kebutuhan energi total.
Sedangkan karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen,
arum manis, gulali, dan sirup sebaiknya dihindari karena akan
meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
4. Mengurangi konsumsi lemak
Lemak bisa menghambat eksresi asam urat melalui urine. Makanan yang
mengandung lemak tinggi seperti jeroan, seafood, makanan yang digoreng,
makanan bersantan, margarin, mentega, avokad, dan durian sebaiknya
dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya hanya 10-15% dari kebutuhan energi
total.
5. Mengonsumsi banyak cairan
Penderita rematik dan asam urat disarankan untuk mengonsumsi cairan
minimum 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Cairan ini bisa diperoleh dari
air putih, teh, kopi, cairan dari buah-buahan yang mengandung banyak
air seperti apel, pir, jeruk, semangkan, melon, blewah, dan belimbing.
6. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
Alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini bisa
menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh. Karena itu, orang yang
sering mengonsumsi minuman beralkohol memiliki kadar asam urat yang
lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsinya.
7. Mengonsumsi cukup vitamin dan mineral
Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup, sesuai dengan kebutuhan tubuh akan dapat mempertahankan kondisi kesehatan yang baik.
Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran untuk menjaga ketahanan
tubuh terhadap infeksi yang lebih parah. Buah dan sayuran untuk
mengobati gangguan asam urat, antara lain buah naga, nanas, belimbing
wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai, dan tomat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar